Senin, 20 Juni 2011

Dahsyatnya Sedekah

Rasulullah dan Sedekah
Rasulullah adalah manusia yang memiliki sifat dermawan, bahkan kedermawanannya membuat tercengang mereka yang mengenal diri Nabi Muhammad secara benar. Berkata Anas bin Malik dan Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda;
  أَنَا أَجْوَد وَلَد آدَم
"Aku adalah manusia yang paling dermawan".
Dari Anas bin Malik, beliau berkata;
كَانَ النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشْجَع النَّاس وَأَجْوَد النَّاس
"Nabi Muhammad itu adalah orang yang paling berani dan paling dermawan"
            Kedermawanan Nabi Muhammad ini diakui oleh kawan atau lawan, bahkan tidak ada seseorang yang memiliki hajat datang kepada Rasul kecuali pasti hajatnya dipenuhi, di dalam kitab al-Musnad disebutkan;
" لَا يُسْأَل شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ "
"Tidak diminta sesuatu kecuali diberikannya"
Di dalam riwayat lain yang Shahih dari sahabat Jabir bin Abdullah, beliau berkata;
" مَا سُئِلَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا فَقَالَ لَا "
"Rasulullah tidak pernah diminta sesuatu dia menolaknya dengan mengatakan "tidak".
Setelah peperangan Hunain, Nabi Muhammad pernah bersedekah kepada orang badui dengan memberikan kambing kepadanya sebanyak dua bukit. Berkata Sufyan bin Umayyah; sebelum aku memeluk Islam orang yang paling aku benci adalah Nabi Muhammad tetapi saat ini tidak ada orang yang aku cintai melebihi kecintaanku kepadanya sejak beliau memberiku satu wadi luas yang dipenuhi dengan unta dan kambing.
            Kedermawanan Rasul ini bertambah saat memasuki bulan Ramadhan, disebutkan di dalam hadits yang shahih dari Ibnu Abbas;
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
"Rasulullah itu adalah manusia yang paling dermawan terutama saat memasuki bulan Ramadhan, saat bertemu dengan Malaikat Jibril di setiap malam di bulan Ramadhan yang mengajarkannya al-Qur'an, sungguh kebaikan Rasulullah bagaikan angin yang menghembus". (HR.Bukhari)
Berkata Imam Nawawi; Di dalam hadits ini terkandung banyak hikmah, diantaranya; Anjuran dan motifasi untuk bersifat dermawan di setiap waktu dan termpat terutama saat memasuki bulan Ramadhan dan ketika berkumpul dengan orang-orang Shaleh.
Dalam hadits yang dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah, Rasulullah bersabda;
"..مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ وَ عِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ وَ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْئٌ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ لَيْسَ كُلُّنَا يَجِدُ مَا يُفْطِرُ الصَّائِمُ, قَالَ: يُعْطِى الله ُهَذَا الثَّواَبَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلىَ مَذْقَةِ لَبَنٍ أَوْ تَمْرَةٍ أَوْ شُرْبَةٍ مِنْ مَاءٍ, وَ مَنْ أَشْبَعَ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنَ الْحَوْضِ شُرْبَةً لاَ يَطْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ.."
"Barangsiapa yang memberikan berbuka kepada orang yang berpuasa maka baginya penggugur dosa, pembebas diri dari api neraka dan baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun pahalanya"

Sahabat dan Sedekah
            Para Sahabat merupakan anak didik Nabi Muhammad oleh karena itu tidak mengherankan jika sifat kedermawan yang dicontohkan oleh Rasul juga tertanam di dalam diri mereka, banyak buku sejarah telah mencatat bagaimana kedermawan dan kemurahan hati mereka.
Abu Bakar as-Shiddiq seringkali bila beliau bersedekah maka seluruh hartanya dia sedekahkan kepada fakir miskin, dan saat ditanya; Apa yang engkau akan tinggalkan untuk keluargamu, wahai Abu Bakar ? beliau selalu menjawab "Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasulnya". Begitu juga Umar yang bila bersedekah beliau keluarkan setengah harta yang dimilikinya. Terlalu banyak kisah yang menyebutkan bagaimana sedekahnya Utsman bin Affan. Begitu pula dengan sahabat lainnya.
Tidak ada seseorang yang datang kepada salah seorang sahabat untuk meminta bantuan pasti mereka akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan saudaranya itu, Rasul dahulu pernah memberikan wasiat kepada Aisyah dengan mengatakan:
" لَا يَرْجِعُ مِنْ عِنْدَك سَائِل وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَة "
"Janganlah kembali dari tempatmu seseorang yang meminta walau hanya engkau berikan sebutir kurma" (HR.Bazzar dari riwayat Abu Hurairah)
            Para sahabat sangat antusias untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah, begitu pula dalam masalah sedekah, dikatakan di dalam Kitab Shahih Bukhari;
"Berkata Atha', berkata Ibnu Abbas, Rasulullah pernah keluar dari masjid dan bertemu dengan para wanita, lalu beliau memberikan nasehat kepada mereka dan memerintahkan untuk banyak bersedekah, maka saat itu juga para wanita itu melempar perhiasan dan cincin mereka sedang Bilal mengambil perhiasan-perhiasan itu dengan ujung bajunya".


Keutamaan Sedekah;
Banyak sekali ayat dan hadits yang menyebutkan tentang keutamaan sedekah dan diantara kemuliaan tersebut, seperti;

1.    Pahalanya dilipat gandakan hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. (Qs.Al-Baqarah, 261)

2.    Sedekah memagari diri seorang Muslim dari api neraka. Dari Fudhalah bin Ubaid, Rsulullah bersabda;
" اِجْعَلُوا بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ النَّارِ حِجَابًا وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَة ".
"Jadikanlah antara kalian dan neraka sebuah dinding pemisah walaupun hanya dengan sebutir kurma".(HR.Thabrani)

3.    Mendapat kecintaan dari Allah.
Dari Sa'ad bin Abi Waqqas, Rasulullah bersabda;
" إِنَّ اللَّه جَوَاد يُحِبّ الْجُود "
"Sesungguhnya Allah itu Maha Dermawan dan mencintai orang-orang yang dermawan". (HR.Thurmudzi)

4.     Sedekah menolak siksa dan murkanya Allah.
Dari Abu Said al-Khudri, beliau berkata:
خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ إِلَى الْمُصَلَّى فَمَرَّ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ فَقُلْنَ وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ.
Rasulullah keluar pada waktu sholat Idul Adha (dalam riwayat lain Sholat Idul Fitri) dan saat melewati kaum Muslimat beliau bersabda "Wahai sekalian kaum wanita, bersedekahlah kalian, aku telah diperlihatkan bahwa sebagian besar penduduk neraka itu adalah wanita". Maka kami bertanya; Sebab apa itu ya Rasulullah ? beliau menjawab "Karena kalian banyak melaknat dan mengingkari kebaikan suami". (HR.Bukhari)
Di dalam kitab Fathul Bari dikatakan; Hadits ini menunjukkan bahwa sedekah itu dapat menolak siksa dan dia juga dapat menggugurkan dosa-dosa sesame mahluk.

5.    Sedekah mempercepat masuknya seseorang ke dalam surga.
عَنْ عُقْبَةَ قَالَ صَلَّيْتُ وَرَاءَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْمَدِينَةِ الْعَصْرَ فَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ مُسْرِعًا فَتَخَطَّى رِقَابَ النَّاسِ إِلَى بَعْضِ حُجَرِ نِسَائِهِ فَفَزِعَ النَّاسُ مِنْ سُرْعَتِهِ فَخَرَجَ عَلَيْهِمْ فَرَأَى أَنَّهُمْ عَجِبُوا مِنْ سُرْعَتِهِ فَقَالَ ذَكَرْتُ شَيْئًا مِنْ تِبْرٍ عِنْدَنَا فَكَرِهْتُ أَنْ يَحْبِسَنِي فَأَمَرْتُ بِقِسْمَتِهِ.
Dari Uqbah, beliau berkata; Aku dahulu pernah sholat Ashar bersama Nabi Muhammad di Kota Madinah, setelah selesai beliau segera pergi meninggalkan masjid dengan melangkahi pundak para jama'ah dan langsung masuk ke rumahnya. Para jama'ah merasa heran melihat ketergesah-gesahan beliau ini dan saat ditanya, Rasul menjawab "Aku teringat dengan beberapa butir emas yang masih tersimpan di rumah, sungguh aku tidak menghendaki dia menjadi penghalang maka aku perintahkan untuk membagi-bagikannya".(HR.Bukhari)
Ibnu Batthal mengatakan "Mengakhirkan sedekah menjadi salah satu penyebab terhambatnya seseorang masuk ke dalam surga".

6.   Mendapatkan kemudahan di dalam urusannya.
Allah berfirman;
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى

Penggugur Sedekah
            Sedekah merupakan amalan yang sangat terpuji dan pahalanya cukup besar, tetapi kebaikan ini akan sia-sia dihadapan Allah bila dilakukan dengan;
ü  Riya, dia bersedekah hanya untuk mendapatkan pujian dan jika tidak ada yang memuji pastilah dia tidak akan bersedekah maka orang yang bersedekah seperti ini tidak akan mendapatkan pahala di sisi Allah.
ü  Ingin Mendapat balasan. Bersedekah namun dia berharap yang diberinya itu akan memberikan balasan dengan juga memberikan sesuatu pada dirinya.
ü  Diiringi kata-kata menyakitkan. Bersedekah tetapi diiringi dengan kata-kata yang menyakitkan bagi yang menerimanya.
يَا أَيّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى ..
"Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian batalkan sedekah kalian dengan mengharap balasan dan kata-kata yang menyakitkan.."

Sabtu, 02 April 2011

Hakekat Sombong


Banyak orang yang salah memahami makna dari kata-kata “Sombong”, sehingga tidak sedikit kita melihat seseorang yang mengenakan baju, kendaraan dan perhiasan yang bagus dianggapnya sombong. Lalu bagaimana sebenarnya ‘sombong’ dalam pandangan Islam ? dan bagaimana akibat mereka yang menyimpan kesombongan dalam hatinya ? dalam Majlis Ta’lim kali kita akan bersama-sama membahas tentang ‘Hakekat kesombongan menurut Rasulullah’.

عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ"  قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً, قَالَ:
"إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ"
Dari Muhammad bin Mutsanna dan Muhammad bin Basyyar dan Ibrahim bin Dinar semuanya dari Yahya bin Hammad berkata Ibnu Mutsanna, berkata kepada saya Yahya bin Hammad, mengkhabarkan kepada kami Syu’bah dari Aban bin Tsaglab dari Fudhail al-Fuqaimiy dari Ibrahim an-Nakha’i dari Al-Qamah dari Abdullah bin Mas’ud ra, Nabi Muhammad bersabda:
Tidak masuk surga barangsiapa yang di dalam hatinya tersimpan sebesar Dzarrah kesombongan
Lalu berkata seseorang: “Sungguh seseorang itu menyukai untuk mengenakan pakaian dan sandal yang bagus”, Rasul bersabda; “Sungguh Allah itu bagus menyukai yang bagus, sombong itu adalah menolak kebenaran dan merehkan orang”.
(HR.Imam Muslim dalam kitabnya As-Shahih, Kitab al-Iman Bab Batarul Haq wa bayanu, no. 131)

Rawi Hadits:
            Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib al-Khudzali, ibunya bernama Ummu Abdu Wuddin. Ibnu Mas’ud memeluk Islam di tahun ke-enam dari kenabian dan beliau termasuk dari golongan yang pertama-tama memeluk Agama Islam (as-Sabigunal Awwalun). Perawakan dari Abdullah bin Mas’ud disebutkan oleh para ulama; Tubuhnya kecil dan kurus bila dibandingkan dengan para sahabat lainnya.
            Disebutkan dalam sejarah; Ibnu Mas’ud merupakan orang pertama yang membacakan al-Qur’an di Kota Mekkah secara terang-terangan, walaupun setelah membaca dipukuli oleh orang kafir Qurais Mekkah yang menyebabkan wajahnya terluka parah tetapi dengan beraninya beliau meminta izin kembali kepada Rasul untuk membacakan untuk yang kedua kalinya, namun Rasul tidak memberikan izin kepada Ibnu Mas’ud.
            Sudah menjadi kebiasaan Ibnu Mas’ud, dalam kesehariannya beliau selalu membawakan sandal, alas tempat duduk, tongkat dan siwak Rasul.
            Abdullah bin Mas’ud pernah menjabat sebagai penjaga Baitul Mal (kas Negara) di Kota Kufah.
            Abdullah bin Mas’ud meninggal dunia pada tahun ke 57 H dalam usia 60 Tahun.

Hikmah Hadits:

Al-Imam Khattabi mengatakan: Yang dimaksud dengan “Tidak masuk surga siapa yang di dalam hatinya ada sebesar Dzarrah kesombongan” ada dua penafsiran:
1.      Mereka sombongan untuk memeluk Agama Islam dan dia menolaknya, sehingga nanti pada hari kiamat dia tidak akan dimasukkan ke dalam surga karena kesombongannya tersebut. “Sungguh Agama yang diterima di sisi Allah itu hanya Agama Islam”.
2.      Jika seseorang hendak dimasukkan ke dalam surga maka tidak akan ada sifat kesombongan dalam hatinya walau hanya sebesar Dzarrah.
Tetapi pendapat dari Imam al-Khattabi tersebut dibantah oleh Imam an-Nawawi, beliau mengatakan: Lafadz hadits ini berisikan tentang larangan untuk berlaku sombong dan menganggap remeh orang lain serta menolak kebenaran.

Sesungguhnya Allah itu indah menyukai yang indah
            Dari perkataan Rasul ini, para ulama mengatakan; Seluruh perintah Allah itu mengandung keindahan, kebaikan, kelemah-lembutan, tidak memberikan beban, memberikan balasan yang sangat besar bagi mereka yang melaksanakan perintah-Nya dan Dia juga mempunyai nama yang indah serta sifat-sifat yang indah.

Menolak kebenara dan meremehkan orang lain:
            Ketika seseorang menolak kebenaran karena merasa lebih pintar, lebih kaya, lebih tinggi jabatannya atau sebab lebih merasa tua maka orang bersifat seperti ini disebut sombong oleh Rasulullah.
            Namun ada juga orang yang menerima kebenaran tapi sambil meremehkan orang lain maka orang yang serupa ini juga dikatagorikan sebagai orang yang sombong.
            Jadi yang dikatakan sombong bukan mereka yang mengenakan pakaian yang bagus atau mengendarai kendaraan yang mewah seperti yang dipahami oleh sebagian orang awam.
            Dengan memahami ‘hakekat sombong’ seperti yang dijelaskan oleh Rasul tersebut, maka yang dapat menjadi orang sombong itu bukan hanya orang-orang yang kaya, para pejabat atau orang yang kuat saja tetapi orang miskin, ulama, ahli ibadah, orang yang lemah fisiknya dan rakyat jelata-pun dapat bersifat sombong.

Akibat Sombong
            Banyak sekali celaan bagi mereka yang menyimpan sifat sombong di dalam hatinya,diantaranya;
  Diusir dari rahmat Allah (QS.Al-A’raf, 12 dan Shaat, 74-78,)
 Dimasukkan ke dalam neraka (QS.An-Nahl, 29)
 Sombong adalah sifat dari orang kafir (QS.Al-Baqarah,34)
 Sulit untuk masuk ke dalam surga (hadits di atas)

Semoga kita semua dijadikan oleh Allah sebagai umat Nabi Muhammad yang dibersihkan dari sifat sombong sehingga dimudahkan mendapatkan rahmat dan kasih sayang Allah serta dimasukkan ke dalam surga..Amiin.

Rabu, 23 Februari 2011

Curahan Hati Sang Pencinta

Hatiku mulai tergores oleh luka lagi
Aku berfikir telah aku dapatkan dia yang terbaik
Ternyata aku salah lagi
Lalu dimana dia yang terbaik untukku...?!
Yaaa Allah..................
Akankah ini semua ujian lagi untukku...???
Jika saja aku boleh bertanya, kapankah dia pilihanMU datang...???
Bagaimanakah dia...???
Seperti apa dia...???
Dimana dia...???
Ruang hatiku yang kosong, masih menunggu ada yang masuk dan menempatinya
Sabaaar.... Sabaaar... Sabaaar........
Kata itu menemaniku
Hari demi hari ku lalui lagi
Ku mulai dengan hidup baru
Meskipun masih luka dan kenangan itu masih datang  terus kala pikiranku dipenuhinya
Tapi aku mulai cukup tegar karena sudah terlalu sering kecewa
Jangan jatuh lagi kataku
Jangan larut dalam kecewa
Luruh hatiku yang bertentangan kala baik menutup yang buruk
Akhirnya kukembalikan pada sang Khaliq 
Pasti disuatu tempat, disuatu hari dia yang terbaik pasti akan datang
Jangan pernah putus asa...!!! Itu semua ujian...
Bukankah aku ingin nilai tertinggi...?!
Tapi Raaaaaaabbbb.........
Bolehkah aku berkata cukuuuuuup.........
Aku tak kuat lagi....
Aku lelah...
Sekian lama umurku jadi permainan
Tubuhku dengan pengemudi yang lain
Tolong akuuuu....
Gantilah semua perjalananku itu  dengan yang terbaik segalanya
Hingga semua yang melihatku terkagum dan begitu bersyukur memujiMu 
Alhamdulillaaaah.........
Hari ini ku tahu lagi kabar terbaru yang entahlah benar atau tidak...?!
Diriku pun dipermainkan lagi oleh seseorang
Mengapa tidak kunjung selesai masalahku diriku ini...?!
Mengapa mereka selalu ikut campur dengan pribadiku
Ini kebebasanku...???!
Jauhkan mereka semua yang selalu berniat buruk kepadaku Yaaa Raaaabbb...
Sesungguhnya Engkaulah Maha Pelindung Jagalah diriku...!!!
Jagalah hatiku...!!! Janganlah biarkan orang lain mengambil kebahagiaanku
Kumohon Raaaabbb.........
Tolong aku.....


Jakarta, 2010
by  My Lovely Sweety F

Senin, 21 Februari 2011

Kunci Keluarga Harmonis


Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.
Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga.keempatnya adalah:
1. Jangan melihat ke belakang Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini.Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru, akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. Atau, na’udzubillah, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.
2. Berpikir objektif.Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh.Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak.
3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknyaUntuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya.Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Luar biasa nilainya di sisi Allah. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.
4. Sertakan sakralitas berumah tangga Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan.Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah, Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah, ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi.Lakukanlah pendekatan ubudiyah. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi, dengan taqarrub pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan. Dan secara otomatis, solusi akan terlihat di depan mata. Insya Allah!

Ciri-ciri Rumah Tangga Muslim

1. Sendi bangunannya adalah ketakwaan kepada Allah swt. Takwa adalah sendi yang kuat bangunan keluarga. Memilih suami/istri harus sesuai dengan arahan Rasulullah saw., yaitu utamakan sisi agamanya.
2.      Kebahagiaan rumah tangga bukanlah berdasarkan kesenangan materi saja, sebab kebahagiaan sejati muncul dari dalam jiwa yang takwa kepada Allah swt. Bila ketakwaan telah menjadi sendi utama, maka kekurangan materi menjadi ringan. Ketakwaan yang ada di dalam dada pasangan suami-istri memunculkan tsiqah (rasa saling percaya) dan akan melahirkan ketentraman serta ketentraman dalam hubungan suami-istri. Hubungan antara anggota keluarga akan terasa indah karena semua sadar akan tanggung jawab dan hak-haknya.
3.      Rumah yang dibangun untuk keluarga seharusnya sederhana dan mengutamakan skala prioritas dengan mengurangi hal-hal yang tertier dan berlebihan.
4.      Dalam makanan dan berpakaian, seorang muslim amat sederhana, menekankan aspek kebersihan, dan menghindari dari yang haram, sikap berlebihan (israf), dan bermewah-mewahan. Semua anggota keluarga dipacu untuk memperbanyak berinfak dan bersedekah. Hindari syubhat, jauhi yang haram, itu moto mereka.
5.      Anggaran rumah tangga dipenuhi dari rezeki yang halal dan baik. Sebab, daging yang terbentuk dari daging haram akan dibakar oleh api neraka. Secara teknis perlu ada kesepakatan antara suami-istri dalam menentukan besaran dan alokasi anggaran rumah tangga. Yang jelas, pengeluaran tidak boleh melebihi penghasilan. Cukupi diri dengan hal-hal yang dibutuhkan, bukan memperbanyak daftar keinginan.
6.      Perhatikan hak-hak Allah swt. Tunaikan zakat, menabung untuk pergi haji, sediakan kotak khusus untuk sedekah bagi kemaslahatan umat.

Suami –Istri Teladan

Masyarakat Islam bagaikan bangunan kokoh. Keluarga bukan saja sebagai sendi terpenting dalam bangunan tersebut, tetapi uga menjadi unsur pokok bagi eksistensi umat Islam secara keseluruhan. Karena itu, agama Islam memberikan perhatian khusus masalah pembentukan keluarga.
Perhatian istimewa terhadap pembentukan keluarga tersebut tercermin dalam beberapa hal, yaitu:
Pertama, Al-Qur’an menjabarkan cukup terinci tentang pembentukan keluarga ini. Ayat-ayat tentang pembinaan keluarga termasuk paling banyak jumlahnya dibandingkan dengan ayat-ayat yang menjelaskan masalah lain. Al-Qur’an menjelaskan tentang keutamaan menikah, perintah menikah, pergaulan suami-istri, menyusui anak, dan sebagainya.
Kedua, sejak dini As-Sunah telah mengajarkan takwinul usrah yang shalihah dengan cara memilih calon mempelai yang shalihah. Rasulullah saw. bersabda, “Pilihlah tempat untuk menanam benihmu karena sesungguhnya tabiat seseorang bisa menurun ke anak.”
Rasulullah Suami Teladan
Rasulullah saw. sejak masa remaja sudah terkenal sebagai orang yang bersih dan berbudi mulia. Ketika beliau menginjak usia 25 tahun menikahi Khadijah binti Khuwailid. Sejak saat itulah beliau mengarungi kehidupan rumah tangga bahagia penuh ketentraman dan ketenangan.
Rasulullah saw amat menghormati wanita, lebih-lebih istrinya. Beliau bersabda, “Tidaklah orang yang memuliakan wanita kecuali orang yang mulia; dan tidaklah yang menghinakannya kecuali orang yang hina.”
Menghormati istri adalah kewajiban suami. Al-Qur’an berkali-kali memerintahkan agar menghormati dan berbuat baik terhadap istri. Kita tidak mendapatkan kata-kata dalam Al-Qur’an yang mengharuskan untuk berbuat baik dalam menggauli istri, baik dalam keadaan marah atau tidak. Kecuali, ditekankan kewajiban berbuat ma’ruf dan ihsan terhadap istri dan dilarang menyakiti atau menyiksanya.
Pernah datang seorang wanita mengadu kepada Rasulullah bahwa suaminya telah memukulnya. Maka beliau berdiri seraya menolak perlakukan tersebut dengan bersabda, “Salah seorang dari kamu memukuli istrinya seperti memukul seorang budang, kemudian setelah itu memeluknya kembali, apakah dia tidak merasa malu?”
Ketika Rasuluallah mengizinkan memukul istri dengan pukulan yang tidak membahayakan, dan setelah diberi nasihat serta ancaman secukupnya, beliau didatangi 70 wanita dan mengadu bahwa mereka dipukuli suami. Rasulullah saw. berpidato seraya berkata, “Demi Allah, telah banyak wanita berdatangan kepada keluarga Muhammad untuk mengadukan suaminya yang sering memukulnya. Demi Allah, mereka yang suka memukul istri tidaklah aku dapatkan sebagai orang-orang yang terbaik di antara kamu sekalian.”
Rasulullah saw. merupakan contoh indah dalam kehidupan rumah tangganya. Beliau sering bercanda dan bergurau dengan istri-istrinya. Dalam satu riwayat beliau balapan lari dengan Aisyah, terkadang beliau dikalahkan dan pada hari lain beliau menang. Beliau senantiasa menegaskan pentingnya sikap lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada istri. Kita jumpai banyak hadits yang seirama dengan hadits berikut, “Orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya dan paling lembut pada keluarganya.” Riwayat lain, “Sebaik-baik di antara kamu adalah yang paling baik pada keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.”
Di antara yang menunjukkan keteladanan beliau dalam menghormati istri adalah menampakkan sikap lembut, penuh kasih sayang, tidak mengkritik hal-hal yang tidak berguna untuk dikritik, memaafkan kekeliruannya, dan memperbaiki kesalahannya dengan lembut dan sabar. Bila ada waktu senggang beliau ikut membantu istrinya dalam mengerjakan kwajiban rumah tanggannya.
Aisyah pernah ditanya tentang apa yang pernah dilakukan Rasulullah di rumahnya, beliau menjawab, “Rasulullah mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan bila datang waktu shalat, dia pergi shalat.”
Rasulullah memiliki kelapangan dada dan sikap toleran terhadap istrinya. Bila istrinya salah atau marah, beliau memahami betul jiwa seorang wanita yang sering emosional dan berontak. Beliau memahami betul bahwa rumah tangga adalah tempat yang paling layak dijadikan contoh bagi seorang muslim adalah rumah tangga yang penuh cinta dan kebahagiaan. Kehidupan rumah tangga harus dipenuhi gelak tawa, kelapangan hati, dan kebahagiaan agar tidak membosankan.
Bila terpaksa harus bertindak tegas, Rasulullah melakukannanya dengan disertai kelembutan dan kerelaan. Sikap keras dan tegas untuk mengobati keburukan dalam diri wanita, sedangkan kelembutan dan kasih sayang untuk mengobati kelemahan dan kelembutan dalam dirinya.
Khadijah Istri Teladan
Khadijah binti Khuwailid adalah seorang wanita bangsawan Quraisy yang kaya. Dia diberi gelar wanita suci di masa jahiliyah, juga di masa Islam. Banyak pembesar Quraisy berupaya meminangnya, tetapi ia selalu menolak. Ia pedagang yang sering menyuruh orang untuk menjualkan barang dagangannya keluar kota Mekkah.
Ketika mendengar tentang kejujuran Muhammad saw., ia menyuruh pembantunya mendatangi dan meminta Muhammad menjualkan barang dagangannya ke Syam bersama budak lelaki bersama Maisyarah. Nabi Muhammad menerima permohonan itu dan mendapatkan keuntungan besar dalam perjalanan pertama ini.
Setelah mendengar kejujuran dan kebaikan Muhammad, Khadijah tertarik dan meminta kawannya, Nafisah binti Maniyyah, untuk meminangkan Muhammad. Beliau menerima pinangan itu dan terjadilah pernikahan ketika beliau berusia 25 tahun sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.
Khadijah sebagai Ummul Mukminin telah menyiapkan rumah tangga yang nyaman bagi Nabi Muhammad saw. Sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika beliau sering berkhalwat di Gua Hira. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman ketika Nabi mengajaknya masuk Islam. Khadijah adalah sebaik-baiknya wanita yang mendukung Rasulullah saw. dalam melaksanakan dakwahnya, baik dengan jiwa, harta, maupun keluarganya. Perikehidupannnya harum semerbak wangi, penuh kebajikan, dan jiwanya sarat dengan kehalusan.
Rasulullah pernha menyatakan dukungan ini dengan sabdanya, “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar. Dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku. Dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagku anak dari selainnya.” (Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya)
Khadijah amat setia dan taat kepada suaminya, bergaul dengannya, siap mengorbankan kesenangannya demi kesenangan suaminya, dan membesarkan hati suaminya di kala merasa ketakutan setelah mendapatkan tugas kenabian. Ia gunakan jiwa dan semua hartanya untuk mendukung Rasul dan kaum muslimin. Pantaslah kalau Khadijah dijadikan sebagai istri teladan pendukung risalah dakwah Islam.
Khadijah mendampingi Rasulullah saw. selama seperempat abad. Berbuat baik di saat Rasulullah gelisah. Menolong Rasulullah di waktu-waktu sulit. Membantu Rasulullah dalam menyampaikan risalah dan ikut merasakan penderitaan pahit akibat tekanan dan boikot orang-orang musyrik Quraisy. Khadijah menolong tugas suaminya sebagai Nabi dengan jiwa dan hartanya.
Rasulullah senantiasa menyebut-nyebut kebaikan Khadijah selam hidupnya sehingga membuat Aisyah cemburu. Dengan ketaatan dan pengorbanan yang luar biasa itu, pantaslah jika Allah swt. menyampaikan salam lewat malaikat Jibril kepada Khadijah. Jibril datang kepada Nabi, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, ini Khadiah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan dan minuman, apabila datang kepadamu sampaikan salam dari Tuhannya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di surga, terbuat dari mutiara yang tiada suara gaduh di dalamnya dan tiada kepenatan.” (Bukhari)
Itulah Khadijah, sosok seorang istri yang layak dijadikan teladan bagi wanita-wanita yang mendukung keshalehan dan tugas dakwah suaminya.
Wallahu A'lam Bisshawaab

Lelaki Idaman Muslimah

Biarlah dia seorang yang buta
Kerana matanya sunyi dari melihat
perkara-perkara maksiat dan laghah
Kerana kedua matanya terpelihara dari
memandang aurat wanita ajnabi
Asalkan kedua matanya terang
dalam memerhati keagungan ciptaan Allah
Biarlah dia seorang yang bisu
Bisu dari pujuk rayu yang bisa mengoncang keimanan
Bisu dari mengungkapkan ungkapan yang bisa meracun fikiran
Bisu dari perkataan yang bisa mengundang kekufuran
Asalkan bibirnya sentiasa basah mengingat Allah
Asalkan lidahnya tidak pernah lekang dari membaca Al-Quran
Biarlah dia seorang yang bakhil
Bakhil dalam memberi senyuman
pada wanita yang bukan mahramnya
Bakhil dalam meluangkan wktu
untuk membuat temu janji
dengan wanita ajnabi yang boleh dinikahinya
Biarlah dia seorang yang miskin
Miskin dalam melakukan perkara maksiat
Miskin dalam ilmu-ilmu yang tidak berfaedah
dan tidak bermanfaat
Miskin memiliki akhlaq mazmumah
Tetapi dia cukup kaya
memiliki ketinggian akhlaq
dan budi pekerti yang mulia
Dia begitu kaya
dengan sifat sabar